Updated : Oct 16, 2020 in Informasi

Tata Cara Mandi Junub Sesuai Sunnah

Kamu Mandi Pakai Shower? Hindari 5 Hal Ini agar Tidak Merusak Kulit

Mandi junub ini adalah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukallaf dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar. Dalam Syari’at Islam, mandi junub ini dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh. 

Sedangkan yang namanya mandi junub yang benar itu adalah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan tata cara mandi junub yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu bagaimana tata cara mandi junub yang dicontohkan oleh Rasulullah itu? Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

Doa Mandi Junub

Perlu diketahui bahwa doa mandi junub atau niat mandi junub ini wajib hukumnya. Karena doa niat mandi wajib ini yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Cara membaca niat ini bisa dilakukan dalam hati atau bersuara. Adapun niat mandi junub adalah sebagai berikut :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Junub

Ada banyak riwayat hadits yang menerangkan tata cara mandi junub, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha beliau menyatakan : “Kebiasaannya Shallallahu ‘alahi wa sallam apabila mandi janabat/junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk sholat, kemudian beliau memasukkan jari-jemari beliau ke dalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari-jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya hadits nomor 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadz berbunyi demikian  : “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”).  

Jadi dalam hadits ini mandi janabat Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Hal ini untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai kulit kepala yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi janabat itu benar-benar mangalir ke seluruh kulit tubuh. 

2. “Dari Maimunah (istri Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam), beliau memberitakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudhu’ seperti cara wudhu beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuh kedua telapak kakinya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260).

Dari hadits di atas, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, atau bisa juga dengan menggosokkannya ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok, tangan tersebut lalu dicuci, baru kemudian berwudhu’. 

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi junub/mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *