Updated : May 23, 2020 in Berita

Upaya Indonesia Untuk Meningkatkan Pengujian Virus Corona

Pemerintah Indonesia tengah berpacu dengan waktu untuk mencapai setidaknya 10.000 tes Covid-19 per hari karena kasus yang dikonfirmasi mencapai 5.136 pada hari Rabu 15 April, naik 297 dari hari sebelumnya. “Kami sedang mengupayakan yang terbaik untuk mencapai 10.000 tes per hari dengan mengaktifkan 78 laboratorium di seluruh indonesia, lebih dari 32 laboratorium yang kami operasikan sebelumnya” kata juru bicara Satgas Tugas Covid-19 Achmad Yurianto dalam teleconference di Jakarta.

Sejak kasus coronavirus pertama terdeteksi pada akhir Februari, Indonesia hanya melakukan 36.400 tes swab dan PCR corona virus. Ada juga sekitar 40.000 tes cepat berbasis antibodi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Diperlukan lebih banyak tes karena lebih dari 165.000 orang sekarang termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), yang berarti bahwa mereka mungkin telah tertular virus agar tidak berhubungan dengan orang-orang dengan Covid-19. Ada juga lebih dari 11.000 orang yang dicurigai menderita penyakit tersebut setelah dirawat di rumah sakit, atau pasien dengan pengawasan (PDP).

Jika pemerintah tidak dapat meningkatkan jumlah tes, ini akan berlanjut memerangi wabah secara membabi buta. Pemerintah akan memperoleh lebih banyak mesin lab dan reagen yang digunakan dalam tes reaksi rantai polimerase (PCR), serta memotong durasi antara pemeriksaan spesimen dan pengiriman hasil, kata Achmad. Menurutnya, pandemi ini telah menyerang 196 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia. Lebih dari sepuluh orang telah meninggal karena Covid-19 selama 24 jam terakhir untuk menambah jumlah kematian menjadi 469, sementara 20 pasien lainnya telah pulih sepenuhnya untuk membawa jumlah pemulihan hingga 446, katanya.

“Kita berada dalam situasi yang amat mengkhawatirkan dan telah dinyatakan sebagai bencana nasional. Presiden telah memberikan instruksi bahwa anggaran pemerintah pusat dan juga daerah diprioritaskan untuk langkah-langkah untuk menangani bencana ini, untuk memutus siklus infeksi Covid-19 secara nasional dan mengurangi dampaknya pada masyarakat” katanya.

Kapasitas rumah sakit untuk pasien kritis sekarang telah mencapai lebih dari 4.000 tempat tidur, sementara rumah sakit darurat di Wisma Atlet di Jakarta Pusat dan di Pulau Galang di provinsi Kepulauan Riau bersama-sama memiliki sekitar 2.400 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tidak sakit parah, dia berkata. Lebih dari 800 rumah sakit di seluruh negeri, termasuk rumah sakit swasta, telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, kata Achmad. Pemerintah telah menyarankan agar pasien tanpa gejala atau mereka yang mengalami gejala-gejala ringan sembuh sendiri di rumah.

Gugus tugas sejauh ini menerima lebih dari Rp 200 miliar ($ 12,8 juta) dalam sumbangan publik, kata Achmad. Setidaknya 10 kota dan kabupaten di daerah yang terkena dampak terburuk telah setuju untuk memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk menahan wabah, katanya. Jakarta tetap menjadi pusat pandemi di Indonesia dengan 2.474 kasus yang dikonfirmasi, diikuti oleh Jawa Barat (559), Jawa Timur (499), Jawa Tengah (292), Banten (281), dan Sulawesi Selatan (242). Angka-angka tersebut akan tetap bertambah jika masyarakat mengabaikan anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri dirumah. Maka dari itu kami pun tak bosan-bosan nya mengingatkan dan mengajak anda para pembaca dari artikel ini untuk tetap dirumah saja selama waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selain untuk mengurangi angka orang yang terjangkit virus corona, juga untuk kebaikan diri sendiri serta keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *