Updated : May 16, 2020 in Informasi

Anti Macet-macet Club, Begini Cara Supaya Cicilan Nggak Nunggak

Di satu sisi, cicilan dapat membantu kita memperoleh barang yang diperlukan/diinginkan sekaligus membantu menjaga cashflow. Tapi, di sisi lain, cicilan juga sama artinya dengan komitmen dan menambah beban keuangan. Jadi, sebelum memiliki cicilan, wajib sifatnya untuk memperhitungkan kemampuan keuangan pribadi agar angsuran cicilan bisa berjalan lancar tiap bulan. Tujuannya tentu supaya jumlahnya tidak makin bengkak karena bunganya terus berjalan dan tidak terjadi kredit macet yang salah satunya akan berdampak pada memburuknya skor kredit. 

Skor kredit yang buruk, jelas akan berpengaruh di masa depan jika kita mau mengambil cicilan atau pinjaman lain. Maka dari itu, diperlukan strategi khusus dan disiplin kalau mau cicilan nggak berubah jadi tunggakan. Nah, berikut ini adalah cara yang bisa kamu coba: 

Jangan tambah cicilan jika porsinya sudah memakan 30% penghasilan

Batas maksimal cicilan yang sehat adalah 30% dari jumlah penghasilan bulanan. Kalau kamu memiliki gaji 10 juta per bulan, maka yang bisa dialokasikan untuk cicilan maksimal Rp 3 juta perbulan. Misalnya: 1 juta untuk kredit motor, 500 ribu untuk kredit hp, dan 1,5 juta lagi untuk angsuran KTA. Apabila sudah mencapai batas maksimal dari besaran gaji, maka kamu sangat disarankan untuk setop mengambil cicilan lainnya lagi. Cicilan yang terlalu banyak jumlahnya atau lebih dari 30% penghasilan adalah salah satu faktor yang sering menyebabkan terjadinya kredit macet. Belum lagi ditambah, kebutuhan lain bisa terganggu akibat dananya harus dialokasikan untuk menutup cicilan. 

Gunakan fitur autodebet untuk pembayaran cicilan per bulannya

Angsuran cicilan sudah seharusnya dijadikan prioritas dalam anggaran keuangan bulanan. Namun ada kalanya, uang yang sudah dialokasikan untuk bayar cicilan terpakai untuk kebutuhan lain. Nah, di sinilah fungsinya fitur autodebet yang ada pada rekening bank. Jangan hanya dijadikan prioritas di atas kertas. Kamu juga bisa mengaktifkan fitur autodebet pada akun bankmu untuk cicilan-cicilan berjalan sesuai dengan jatuh temponya masing-masing. Dengan begitu, risiko terkena denda karena telat bayar atau sampai menunggak bisa terminimalisir. 

Pasca ambil cicilan, kurangi aktivitas konsumtif untuk sementara waktu

Baru aja tanda tangan kontrak cicilan baru? Maka, untuk beberapa bulan ke depan, kamu perlu mengurangi aktivitas konsumtif misalnya mengurangi jatah jajan, liburan, atau hangout yang menghabiskan uang. Alokasikan sebagian uangnya untuk menambah tabungan darurat/berjaga-jaga. Sebab, ada tagihan rutin yang harus dibayar per bulan berikutnya sejak cicilan baru ditandatangani/cair. Kalau cicilan sudah berjalan setengah dari tenor yang disepakati, baru deh boleh “foya-foya” lagi. 

Gunakan fasilitas cicilan dengan suku bunga rendah & pencatatan histori yang rapi

Saat ini, ada banyak sekali layanan cicilan yang ditawarkan di pasaran. Mulai dari bank, lembaga pinjaman konvensional, sampai fintech. Setiap layanan cicilan memiliki kelebihan yang berbeda-beda, mulai dari tingkat suku bunganya, uang muka yang rendah, tanpa proses survei, dan masih banyak lagi. Tingkat suku bunga termasuk hal yang paling krusial untuk dipertimbangkan sebelum mengambil cicilan. Makin rendah & bersaing suku bunganya, tentu makin baik. 

Sekarang, bukan cuma bank aja yang bisa kasih opsi cicilan berbunga rendah. Fintech cicilan online seperti Kredivo pun juga lho. Meskipun termasuk jenis cicilan atau kredit cepat tanpa syarat dan tanpa agunan, Kredivo memiliki tingkat suku bunga flat sebesar 2,95% per bulan untuk kredit barang di berbagai merchant (Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dll) hingga pinjaman tunai mulai dari 500 ribu. Opsi tenornya pun beragam, yaitu 3/6/12 bulan untuk cicilan atau kredit barang dan 1/3/6 bulan untuk pinjaman tunai yang bisa cair dalam waktu 1 hari kerja. 

Ditambah lagi, jika kamu pengguna Kredivo, kamu dapat dengan mudah mengecek histori transaksi serta cicilan kapan pun di bagian “Dasbor” aplikasi. Semua transaksi yang kamu lakukan baik yang sudah terbayar maupun yang belum tercatat rapi pada menu tersebut sehingga dapat menjadi pengingat agar tidak terjadi tunggakan atau keterlambatan. Nggak hanya itu, sebagai fintech kredit online, Kredivo juga memberikan informasi/pengingat perihal tagihan & jatuh tempo secara rutin kepada pengguna lewat channel online pula seperti push notification di aplikasi, email, hingga SMS. 

Jadi, nggak ada lagi ceritanya terlambat bayar cicilan dan harus denda karena kelupaan jatuh tempo pembayaran. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *